Posts

Showing posts from 2019

Teknik Normalisasi dalam Mengembangkan Database

Image
Normalisasi  Normalisasi adalah suatu teknik untuk menghasilkan sekumpulan relasi/tabel yang memiliki karakteristik tertentu, untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Proses normalisasi diperlukan dalam membentuk tabel-tabel yang normal. Tabel-tabel yang normal dalam sebuah database hanya dapat dibentuk jika tabeltabel tersebut bebas dari anomali. Normalisasi sering dilakukan sebagai serangkaian tes pada relasi untuk menentukan apakah suatu relasi sudah memenuhi atau masih melanggar persyaratan bentuk normal tertentu. Pada awalnya terdapat 3 jenis bentuk normal yang diusulkan, yaitu bentuk normal ke satu (1NF), bentuk normal kedua (2NF), dan bentuk normal ketiga (3NF). Setelah itu R. Boyce dan E.F. Codd memperkenalkan Boyce Codd Normal Form (BCNF), bentuk normal yang lebih tinggi dari bentuk normal ketiga pada tahun 1974. Pada perkembangan selanjutnya muncul pula bentuk normal ke-4 dan ke-5.  Tahapan Normalisasi  Bentuk normal kedua (2NF) adalah lebih baik dari bentuk normal ke

Tentang Optimasi Queri dan SQL Tuning

Pentingnya Optimasi Queri Dalam Manajemen Database Query merupakan bagian dari basis data. Untuk itu sistem basis data memerlukan metode terbaik untuk menjawab query. Metode tersebut disebut dengan Optimasi Queri. O ptimasi query adalah sebuah prosedur untuk meningkatkan strategi evaluasi dari suatu query untuk membuat evaluasi tersebut menjadi lebih efektif.  Pencarian strategi dalam pemrosesan query sangat penting agar pemrosesan dapat dilakukan secara cepat. Pada beberapa Data Base Management System (DBMS), pemroses query memilih dari sekumpulan strategi dengan berbasiskan heuristik tertentu.  Ringkasan Materi SQL Tuning dan Optimasi Queri SQL tuning merupakan tindakan query optimization . Definisi Query Optimization adalah suatu tindakan memilih execution strategy yang efisien untuk mengeksekusi sebuah query. Kinerja adalah salah satu ukuran terpenting, yang menggambarkan jika proyek ini sukses atau terjadi kesalahan. Berarti desain untuk proses kinerja harus dimulai se

Optimasi Queri dan SQL Tuning

Optimasi Queri Optimasi Queri adalah  suatu proses untuk menganalisa queri dalam  menentukan sumber apa saja yang digunakan dan  apakah penggunaan dari sumber tersebut dapat dikurangi tanpa merubah output.  Atau  dapat dikatakan sebagai sebuah prosedur untuk  meningkatkan strategi evaluasi dari suatu queri untuk membuat evaluasi tersebut  menjadi lebih efektif. Optimisasi query mencakup beberapa teknik seperti  transformasi queri ke dalam bentuk logika yang sama, memilih jalan akses yang  optimal dan mengoptimumkan penyimpanan data. Arti lain dari Optimasi queri adalah bagian dasar dari sebuah sistem database dan  merupakan suatu proses untuk menghasilkan rencana akses yang efisien dari  sebuah queri di dalam sebuah database. Secara tidak langsung, sebuah rencana  akses merupakan sebuah strategi yang akan dijalankan untuk sebuah  queri, untuk mendapatkan kembali operasi-operasi yang apabila dijalankan akan  menghasilkan database record queri. Ada tiga aspek dasar yang ditetapk

Implementasi Grafik Komputer dan Pengolahan Citra

Image
Implementasi Grafik Komputer dan Pengolahan Citra Oleh. Uswatun Hasana Grafika komputer (Computer graphics) adalah bagian dari ilmu komputer yang mempelajari cara-cara pembuatan dan manipulasi gambar secara digital, sehingga dapat memudahkan komunikasi antara manusia dan komputer, atau manusia dengan manusia melalui gambar-gambar, bagan-bagan, tabel, dan lain-lain. Teknik-teknik yang dipelajari dalam grafika komputer adalah teknik-teknik bagaimana membuat atau menciptakan gambar dengan menggunakan komputer. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D, dengan teknik-teknik tertentu kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D. Peran grafika komputer dalam menghasilkan gambar sangat penting untuk perkembangan berbagai software aplikasi. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya aplikasi-aplikasi tertentu yang bergantung dan memanfaatkan grafika komputer dalam pembuatannya. Salah satu diantaranya adalah aplikasi dalam bidang pendidikan dan pelatihan,

Perbandingan Framework TOGAF dan ISO 20000

2.1 PENJELASAN TOGAF       TOGAF (The Open Group Architecture Framework) adalah sebuah framework yang bersifat generik untuk mengembangkan arsitektur yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis. Jadi perlu dicatat di sini bahwa TOGAF adalah sebuah framework dan bukan arsitektur.      The Open Group Architecture Framework atau TOGAF adalah suatu kerangka kerja dan pengembangan metode untuk Enterprise Architecture yang digunakan oleh arsitek perusahaan untuk merancang, merencanakan, melaksanakan, dan mengatur perusahaan arsitektur organisasi.      Berawal dari Technical Architecture for Information Management atau (TAFIM) di Departemen Pertahanan Amerika Serikat, kerangka kerja itu diadopsi oleh Open Group pada pertengahan 1990an. Spesifikasi pertama TOGAF diperkenalkan pada tahun 1995, dan TOGAF 8 (Enterprise Edition) dirilis pada awal 2004. Pada saat ini sudah ada TOGAF 9 yang secara keseluruhan melengkapi versi sebelumnya.      TOGAF memberikan metode yang detil tentang bagaimana membang

Analisis Sistem Informasi IT M&T area regional III PT Pertamina dalam Control Objective for Information and related Technology 4.1 (COBIT 4.1)

Image
Bagian Information Technology Marketing & Trading (IT M&T) area regional III PT. Pertamina (Persero) menangani beberapa proses yang salah satunya adalah manajemen aset. Aktifitas dari proses tersebut meliputi analisa kebutuhan hardware dari setiap unit bisnis se-Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, serta melakukan penyewaan dan pembelian, hingga pendistribusian hardware ke masing-masing unit bisnis. Dalam mengelola proses tersebut, digunakan beberapa aplikasi bantu yang diantaranya adalah SAP dan aplikasi yang dikembangkan sendiri seperti aplikasi manajemen aset, helpdesk, serta aplikasi OpManager, dimana pengimplementasian aplikasi tersebut terutama manajemen aset sama sekali belum pernah diaudit guna memastikan keselarasannya dengan tujuan bisnis TI. Untuk mengukur seberapa jauh keselarasan antara proses bisnis, aplikasi, dan strategi bisnis perusahaan maka perlu dilakukan audit sistem informasi dengan standar COBIT 4.1. Control Objective for Information and related Technolog

Perbedaan BRM dan SLM

Dalam manajemen bisnis terdapat prinsip – prinsip umum hubungan manajemen bisnis, salah satunya adalah prinsip manajemen hubungan bisnis dan manajemen tingkat layanan. Manajemen hubungan bisnis atau disebut Business Relationship Management (BRM) adalah pendekatan formal untuk memahami, mendefinisikan, dan mendukung kegiatan antar-bisnis yang terkait dengan jaringan bisnis. Manajemen hubungan bisnis terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan perilaku (atau kompetensi) yang menumbuhkan hubungan yang produktif antara organisasi layanan (contohnya Sumber Daya Manusia, teknologi informasi, departemen keuangan, atau penyedia eksternal) dan mitra bisnis mereka. Manajemen tingkat layanan atau disebut Service Level Management (SLM) adalah manajemen yang bertujuan untuk menegosiasikan Perjanjian Tingkat Layanan dengan pelanggan dan untuk merancang layanan sesuai dengan target tingkat layanan yang disepakati. SLM ini termasuk ke dalam proses ITIL dimana proses ini bertanggung jawab un